Kamis, 20 Oktober 2011

KAPITAL



A.      PENGERTIAN DAN FUNGSI KAPITAL
Yang dimaksud kapital adalah semua kekayaan yang dapat digunakan , langsung maupun tidak langsung , dalam produksi untuk menambah output . Dalam pembentukan capital harus diselidiki penawaran dan permintaan terhadap kapital itu . Penwaran kapital rendah apabila tabungan rendah , tabungan rendah bila pendapatan rendah, dan pendapatan rendah bila produktivitas rendah . Selanjutnya sebagian besar dari pendapatan habis untu keperluan konsumsi , sehingga tabungan rendah.
Pada umumnya capital dapat dinyatakan bahwa capital itu lebih merupakan hasil dari pada merupakan sebab perkembangan ekonomi , dalam artian bahwa kemajuan perekonomian selalu menambah jumlah capital dalam masyarakat , sedang kenaikan dalam jumlah capital mungkin tidak meyebebkan kemajuan perekonomian.
Kapital ditentukan sebagian besar oleh permintaan akan capital disamping juga penawarannya . Penawaran akan cenderung mengikuti permintaan untuk investasi . Sehingga dapat dikatakan bahwa pembentukan capital lebih ditarik oleh adanya permintaan dari pada wiraswasta yang penuh semangat untuk maju dari pada penawaran dari pengumpul dana yang pasif.

B. SUMBER SUMBER KAPITAL UNTUK PEMBANGUNAN
Capital dapat diambilkan dari penggunaan sumber tenaga kerja yang berlebih di masyarakat.. Kapital untuk pembangunan dapat dilakukan dengan cara : menggeser tenaga kerja dari sector pertanian ke sector lain . menekan konsumsi atau meningkatkan ekspor , memindahkan factor produksi yang kurang produktif ke penggunaan yang lebih produktif.
Dalam arti uang ada tiga macam sumber capital yaitu tabungan sukarela ,pajak , dan pinjaman luar negri.
1.       Sumber fisik ( Swadaya Masyarakat
Secara fisik pembentukan capital dapat ditempuh dengan merelokasi factor-factor produksi dari penggunaan yang kurang efisien ke pengunaan yang lebih efisien.
2.       Sumber dana Finnansial
Secara financial sumber dana pembangunan dapat dikelompoksn sebagai berikut :
a)                Tabungan Masyarakat (voluntary saving)
b)               Pajak atau tabungan dipaksa (forced saving)
c)                Tabungan Pemerintah
d)               Pinjaman Pemerintah
e)                Inflasi (invisible  tax)
f)                Investasi asing (foreign direct investment)
a)       Tabungan Masyarkat ( voluntary saving )
Tabungan masyarakat adalah bagian pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang dibedakan menjadi tabungan sukarela dan tabungan paksa. Tabungan sukarela apabila diorganisasikan dapat berupa taksa , tahapan , deposito dll. Biasanya dana dalam bentuk ini dikelola oleh Bank / Lembaga Keuangan untuk disalurkan ke investor untuk peningkatan produksi . keuntungan penabung biasanya menerima bunga , sedang pemegang polis asuransi  memeperoleh jaminan berupa claim. Keuntungan pihak Bank berupa spread bunga yaitu selisih bunga yang diterima karena menyalurkan dana untuk pengembangannya.
b)     Pajak Atau Tabungan Paksa (Forced Saving)
          Dengan adanya pajak, masyarakat mau tidak mau harus mengurangi konsumsinya karena berkurangnya pendapatan akibat pembayaran pajak. Unit ekonomi Rumah Tangga mengurangi konsumsi, unit ekonomi perusahaan mengurangi investasi dan unit ekonomi pemerintah mengurangi pengeluaran pemerintah.
          Hasil pembayaran pajak unit ekonomi rumah tangga dan perusahaan diterima pemerintah sebagai penerimaan pemerintah atau penerimaan Negara, Sumber penerimaan Negara ini dapat berasal dari pajak langsung dan pajak tidak langsung.
c)     Tabungan Pemerintah
Pada pokoknya pajak memiliki dua peranan utama yaitu sebagai sumber penerimaan Negara (fungsi budget) dan sebagai alat untuk mengatur (fungsi regulator). Bantuan program adalah bantuanyang tidak dikaitkan dengan proyek-proyek tertentu. Program ini terdiri dari nilai lawan dari devisa kredit, bantuan pangan, bantuan pupuk, benang tenun, dan sebagainya. Bantuan program berperan sebagai sumber tambahan bagi pengimpor barang modal, bahan baku, pangan, yang semuanya guna menetapkan pembangunan. Bantuan proyek membantu menambah dana untuk ekspansi, rehabilitasi, maupun untuk pembangunan proyek-proyek baru yang meliputi bidang-bidang telekomunikasi, listrik, pengairan, pendidikan, keluarga berencana serta prasarana lainnya.
          Pemerintah rutin setelah dipakai untuk membiayai pengeluaran rutin, bila terdapat sisa, maka sisa inilah yang kita sebut sebagai tabungan pemerintah. Jadi selisih antara penerimaan, dan pengeluaran rutin inilah yang kita sebut sebagai tabungan pemerintah. Kemudian tabungan pemerintah ini ditambah dengan bantuan program dan bantuan proyek merupakan jumlah dana yang tersedia untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pembangunan.
d)     Pinjaman Pemerintah
Pinjaman pemerintah dapat berupa pinjaman sukarela dan pinjaman paksa. Dapat pula pinjaman itu dibedakan menjadi pinjaman dalam negeri dan luar negeri.
          Pinjaman sukarela merupakan jenis pinjaman yang diterima oleh Pemerintah secara sukarela dari piuhak mana saja, dapat dari luar negeri maupun dari dalam negeri. Sedangkan pinjaman paksa merupakan jenis pinjaman yang dapat dipaksakan oleh pemerintah kepada masyarakat.
          Pinjaman dalam negeri merupakan jenis pinjaman yang diperoleh pemerintah dari penduduk di negeri sendiri, sedangkan pinjaman luar negeri merupakanjenis pinjaman yang diperoleh pemerintah dari para individu di luar negeri ataupun dari pemerintah Negara lain.
e.  Inflasi ( invisible tax )
            Cara lain untuk membiayai pembangunan suatu Negara adalah dengan inflasi. Inflasi dapat diartikan sebagai keadaan dimana harga-harga umum meningkat secara terus-menerus. Dengan kenaikan harga umum itu berarti semua unit ekonomi (konsumen maupun produsen) akan membeli barang dengan jumlah yang lebih sedikit tetapi dengan pengeluaran rupiah yang sama, dengan kata lain mereka mengurangi konsumsi rill dengan adanya inflasi itu. Oleh karena itu dapat diartikan sebagai pajak yang tidak tampak (invisible tax). Inflasi disebabkan oleh permintaan yang lebih besar dari pada penawawaran yang terjadi karena banyaknya uang yang beredar.
f. Investasi Asing
            Investasi asing merupakan investasi yang dilaksanakan oleh pemilik-pemilik modal asing didalam negeri kita untuk mendapatkan suatu keuntungan dari usaha yang dilaksanakan itu. Investasi asing dapat berupa investasi langsung atau investasi portofolio yaitu dengan pembelian saham perusahaan didalam negeri.

C. AKUMULASI KAPITAL YANG RENDAH
            Di Negara-negara sedang berkembang pendapatannya rendah, dan menyebabkan tabungan yang sedikit dan konsumsi juga rendah. Karena tabungan yang tidak ada atau sedikit itu berarti investasi juga sedikit atau kurang. Ini menyebabkan tingkat produktivitas yang rendah dan tingkat pendapatan yang rendah pula, jadi Negara itu miskin karena miskin.
            Di Negara-negara yang relative maju, kehendak untuk menabung dan investasi itu berlainan. Sedangkan Negara yang kurang maju, kehendak untuk menabung dan investasi saling mempengaruhi. Besarnya tabungan tergantung adanya kemungkinan untuk investasi, pembangian pendapatan,stabilisasi social, harapan-harapan, dan sebagainya.kurangnya. tabungan dapat juga diterangkan karena adanya international effect; yaitu keinginan untuk meniru konsumsi Negara-negara yang telah maju, sehingga pendapatan yang rendah itu semua digunakan untuk konsumsi.
Ragnar Nurkse mengatakan bahwa effect pamer itu merupakan penghalang dalam ekonomi. Mereka yang setuju dan menerima adanya effect pamer mengatakan bahwa :
·         Beberapa barang yang mula-mula untuk kepentingan konsumsi, setelah dibawa ke Negara lain dapat menjadi produksi
·         Effect pamer dapat mempengaruhi kebudayaan sehingga mudah untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam masyarakat.
·         Dapat memperluas lapangan pekerjaan.
Sedangkan yang tidak setuju effect pamer mengatakan bahwa ini akan menekan tingkat tabungan sebab hasrat berkonsumsi menjadi lebih besar dan sering kali berlebihan.
            Impor barang konsumsi merupakan pemborosan bagi Negara berkembang dibandingkan barang capital. Tetapi keadaan pasar di Negara-negara sedang berkembang masih sempit untuk barang-barang yang setengah jadi termasuk barang-barang capital. Kebanyakan  Negara-negara sedang berkembang mengimpor barang setelah jadi yang diubah menjadi barang konsumsi, misalnya radio, minuman, pengepakan,assembling, dll; yang menurut Prof. Hirschman ini metupakan kantong industry impor (enclave import industry).
Kebaikan dari enclave import industry adalah:
·         Industry ini relative membutuhkan capital lebih sedikit, sehingga di Negara sedang berkembang memungkinkan penyediaan capital untuknya.
·         Resiko dari kualitas barang yang dihasilkan akan kecil
·         Industry ini dapat mendidik atau merupakan tempat untuk memilih wiraswasta
·         Akan  mendorong adanya ekspansi produk dalam negeri bagi barang-barang yang dibutuhkannya.
·         Capital akan lebih tertarik pada industry-industri ini daripada yang semuanya berasal dari dalam negeri.
Adapu cara untuk menaikkan jumlah tabungan untuk pembangunan adalah sebagai berikut :
·         Dengan pembentukan koperasi dan lembaga-lembaga yang lain. Misalnya koperasi pertanian.
·         Dengan pajak, ini juga merupakan tabungan pemerintah.
·         Dengan inflasi yang moderat turunnya pendapatan riil para pekerja dan naiknya keuntungan pengusaha akibat inflasi yang moderat akan mendorong untuk mengadakan investasi lebih lanjut
·         Dengan pinjaman dari luar negeri.

D.    PENGGUNAAN KAPITAL
Macam –macam kriteria investasi sebagai berikut :
1.     Kriteria neraca pembayaran ( Balance of payments criteria )
Kesulitan yang perlu dihindari Neraca Pembayaran Internasional yaitu jangan sampai ada kenaikan impor yang akan disertai pula dengan investasi- investasi yang membutuhkan barang – barang import. Buchanan menyebutkan import ini sebagai “the direct drain of foreign exchange”. Ada pula yang disebut “ the circuitous drain” yaitu bila ada kenaikan impor yang akan disertai dengan kenaikan pendapatan sebagai akibat adanya investasi tersebut.  Investasi hendaknya digunakan untuk menaikkan volume ekspor dengan jalan baik digunakan untuk memproduksi barang-barang substitusi impor ataupun menaikkkan barang-barang untuk ekspor agar negara tidak dihadaapkan apada masalah Neraca Pembayaran akibat kenaikan impor.
2.     Kriteria produktivitas sosial marjinal ( social marginal productivity criteria )
Investasi digunakan pada proyek – proyek yang dapat diharapkan memberikan hasil tertinggi yaitu proyek – proyek yang paling menguntungkan atau proyek yang mempunyai ICOR rendah.
3.     Kriteria intensitas faktor – faktor produksi ( Factor intensity criteria )
Berdasar pada capital output ratio suatu proyek, dimana kapital merupakan faktor yang langka di suatu negara maka harus dipilih teknologi yang bersifat menghemat penggunaan kapital dengan melaksanakan proyek-proyek dengan intensitas kapital rendah.
4.     Kriteria bagian investasi kembali ( Reinvesment quotient criteria )
Kriteria ini berusaha agar tingkat investasi selalu bertambah besar dengan memperhitungkan pertambahan penduduk. Kriteria ini akan memaksimumkan perbandingan kapital tenaga kerja pada waktu yang akan datang dengan memaksimumkan produksi per tenaga kerja karena tujuan perekonomian ialah memaksimumkan output per kapita di masa yang akan datang.
5.     Kriteria operasional ( operational criteria )
Untuk mengadakan investasi dalam suatu proyek ada tiga faktor yang harus diperhatikan
a.      Tingkat perputaran capital
b.     Keuntungan social
c.      Pengaruh terhadap neraca pembayaran
6.     Kriteria perbandingan biaya manfaat ( benefit cost ratio )
Investasi diadakan pada proyek – proyek yang memiliki nilai perbandingan manfaatdan biaya yang lebih besar dari satu ( B/C >1 ). Manfaat bersih yaitu total manfaat dikurangi biaya atau kerugian selaindari kapital.
Kriteria – kriteria tersebut dapat diterapkan pada proyek investasi tergantung pada tujuan – tujuan ekonomi  dan sosial negara – negara yang bersangkutan dan bagaimana investasi itu mempengaruhi keadaan ekonomi itu sendiri.

E.    BESAR KECILNYA INVESTASI
Dalam hubungannnya dengan tingkat investasi yang diusahakan, ada 2 teori yaitu :
1.       Teori usaha perlahan-lahan (gradualist)
Negara yang terbelakang sebaiknya jangan mengadakan industrialisasi cepat-cepat, sebab resiko dan kekeliruan akan terlalu besar untuk dipikul.
2.       Teori Dorongan (big push)
Usaha pembangunan harus dilakukan secara besar-besaran untuk mengatasi perubahan penduduk. Diadakn investasi besar-besaran untuk menghilangkan kemiskinan, memaksimumkan output dengan menggunakan teknik yang paling produktif yang kadang membutuhkan kapital yang besar.

F. PEMBANGUNAN SEIMBANG DAN TIDAK SEIMBANG ( BALANCED DAN UNBALANCED GROWTH )
Terdapat doktrin bahwa perekonomian mungkin berkembang apabila ada perimbangan yang baik antara berbagai sektor didalam perekonomian. Dengan pertumbuhan seimbang (balanced growth) ini diartikan bahwa perkembangan ekonomi tidak akan berhasil apabila investasi hanya terbatas pada “titik pertumbuhan” (growing point) tertentu atau sektor-sektor yang sedang berkembang saja, sebab sektor lain berhubungan erat. Investasi harus disebarluaskan kesemua sektor, sehingga memperluas pasar antara satu sektor dengan sektor lainnya. Ini berarti bahwa persoalan perkembangan yang seimbang itu terletak pada hubungan komplementaritas antara kebutuhan-kebutuhan serta antara faktor-faktor input dan output pada berbagai tingkat produksi.
Kebaikan dari sistem pembangunan seimbang ialah satu sama lainnya saling membantu. Sedangkan keburukan dari sistem pembangunan seimbang ini oleh Profesor Hirschman dikatakan bahwa masyarakat yang tingkat pendapatannya masih rendah sukar sekali mengubah sistem perekonomian tradisional  menjadi sistem yang modern. Juga dikatakan bahwa kapital yang besar sangat diperlukan untuk pembangunan, sedangkan kapital di negara sedang berkembang itu kurang. Justru dengan tidak adanya keseimbangan akan mendorong kemajuan ekonomi lebih cepat, dan biaya-biaya ekspansi dapat diminimumkan. Bila satu sektor masih rendah outputnya, maka tetap akan ada permintaan yang banyak dari sektor lain dan akan ada suatu keuntungan supernormal (pure profit) pada sektor yang rendah itu. Unbalanced growth menciptakan perkembangan ekonomi yang cepat. Dengan adanya kelangkaan bersama-sama dan adanya kesulitan-kesulitan (bottle-neck) dengan perkembangan yang tidak seimbang justru akan ada dorongan yang kuat untuk kemajuan teknologi dan kenaikan  teknik yang lebih baik dan dapat menarik wiraswasta-wiraswasta yang baru.

G. INVESTASI KE SEKTOR PERTANIAN ATAUKAH KE SEKTOR INDUSTRI
            Pada umumnya orang mengatakan bahwa di negara-negara sedang berkembang investasi pada sektor industri adalah yang terpenting demi untuk memaksimumkan kenaikan output. Bila penduduk di sektor pertanian ditarik ke sektor industri, pasti mereka juga masih harus makan. Karena itu harus ada usaha-usaha dilain sektor pertanian untuk menyediakan bahan makanan bagi mereka yang pindah dan bekerja di sektor industri. Lagi pula dengan naiknya pendapatan pasti ada tambahan jumlah penduduk dan yang nantinya akan menaikan jumlah permintaan bahan makanan. Hal itu karena tingkat ”income elasticity of demand” terhadap bahan makanan di negara sedang berkembang cukup tinggi; kira-kira 0,6. Oleh karena itu sektor pertanian di negara-negara yang masih terbelakang merupakan sektor terpenting. Maka kemajuan di sektor ini sangat diharapkan: misalnya penggunaan mesin traktor, pupuk, alat transport yang lebih baik dll.

H. PERANAN PEMERINTAH
            Peranan pemerintah dalam inisiatif dan memajukan perekonomian serta hubungan antara sektor pemerintah dan swasta tergantung pada lingkungan sosial (social-cultural environment), tingkat perkembangan ekonomi, keadaan politik, tersedianya kemampuan manajemen, pengalaman dalam perusahaan negara, maupun efisiensi pembangunan dll. Jadi peranan pemerintah dalam strategi pembangunan ekonomi tidak perlu sama dimana-mana, tetapi tergantung pada keadaan-keadaan sosial dan politik setempat. Pemerintah dapat mengadakan perluasan penggunaan sumber-sumber alam melalui pengembangan fasilitas obat-obatan, pendidikan yang lebih baik, irigasi, perluasan pertanian dan sebagainya. Umumnya investasi dipengaruhi oleh keuntungan relatif  dari bermacam-macam kegiatan produksi, dan ada juga yang ditujukan pada kegiatan nonekonomi; misalnya untuk membangun militer dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar